Menulis buku sering dianggap pekerjaan tambahan bagi dosen. Padahal, aktivitas ini punya banyak manfaat, baik bagi pengembangan keilmuan maupun kontribusi kepada masyarakat. Artikel ini membahas alasannya secara proporsional, tanpa mengklaim ketentuan resmi tertentu.
Mendokumentasikan pengetahuan
Pengetahuan yang dikuasai dosen akan lebih tahan lama jika didokumentasikan. Buku menjadi salah satu bentuk dokumentasi yang terstruktur dan mudah dirujuk kembali. Topik ini juga dibahas pada Buku untuk Dosen.
Menjangkau pembaca yang lebih luas
Buku dapat dibaca mahasiswa, praktisi, dan masyarakat umum. Jangkauannya sering melampaui ruang kelas dan membuat gagasan dosen bekerja bahkan ketika tidak sedang mengajar.
Melengkapi publikasi lain
Buku melengkapi artikel jurnal dan prosiding. Ketiganya dapat dikelola bersama sebagai bagian dari rencana publikasi, sebagaimana dijelaskan pada Buku dan Publikasi Dosen.
Memanfaatkan bahan yang sudah ada
Banyak dosen sudah memiliki bahan: materi kuliah, catatan, atau hasil penelitian. Bahan tersebut dapat dikembangkan menjadi buku tanpa memulai dari nol. Ini menjadikan penulisan buku lebih terjangkau dari sisi waktu.
Mendukung rekam jejak akademik
Buku merupakan salah satu bentuk karya yang dapat didokumentasikan dalam administrasi kinerja dosen. Namun perlu dicatat, pengakuan suatu karya dapat bergantung pada regulasi yang berlaku dan kebijakan perguruan tinggi, sehingga sebaiknya merujuk pedoman resmi.
Kesimpulan
Menulis buku memberi manfaat keilmuan dan kontribusi yang luas. Untuk memulainya, lihat jasa penulisan buku Aksarakarya.