Ide buku tidak selalu datang dari ilham mendadak. Sering kali ia lahir dari pengalaman, keahlian, atau pertanyaan yang berulang di bidang Anda. Artikel ini membahas cara menemukan dan mempertajamnya agar layak dikembangkan menjadi buku.

Mulai dari pengalaman dan keahlian

Hal yang Anda kuasai adalah sumber ide paling dekat. Pengalaman mengajar, praktik kerja, penelitian, atau bahkan masalah yang sering Anda hadapi dapat menjadi bahan buku. Konteks ini juga dibahas pada halaman Buku untuk Dosen.

Perhatikan pertanyaan yang berulang

Pertanyaan yang sering diajukan orang kepada Anda menandakan kebutuhan yang belum terjawab. Jika banyak orang menanyakan hal yang sama, kemungkinan ada pembaca yang membutuhkan jawaban lengkap dalam bentuk buku.

Uji kelayakan ide

  • Siapa yang akan membaca? Tentukan target pembaca secara spesifik.
  • Masalah apa yang dijawab? Pastikan ide menjawab kebutuhan nyata.
  • Apakah materinya cukup? Nilai apakah Anda memiliki bahan untuk mengembangkannya.
  • Apa yang membedakannya? Cari sudut pandang yang membuat buku ini berbeda.

Pertajam menjadi satu gagasan

Setelah ide terkumpul, pilih satu gagasan inti agar buku fokus. Buku yang mencoba membahas terlalu banyak hal cenderung dangkal. Langkah berikutnya adalah menyusun kerangka, seperti dijelaskan pada cara membuat outline buku.

Kesimpulan

Ide buku dapat ditemukan dari pengalaman, keahlian, dan kebutuhan nyata. Bila Anda ingin mengembangkan ide tersebut, mulai dari jasa penulisan buku Aksarakarya.